Tak salah jika gw menulis bahwa otak adalah jaringan terumit yang pernah tercipta sepanjang sejarah. Kalimat tersebut gw rasa tidak berlebihan. Akhir akhir ini gw dipusingkan dengan otak gw yang mterlalu banyak pemikiran di dalamnya. Bukan pemikiran rumit tentang pelajaran atau yang lainnya, melainkan hanya pemikiran sederhana yang menumpuk.
Jati diri. Sebenarnya gw hidup untuk apa sih? Benar benar pemikiran yang tidak jelas. Lalu pemikiran itu pun merambat ke masa depan. Hidup gw mau jadi apa sih di masa depan? Apa bisa gw hidup sejahtera nanti dengan berbagai kondisi yang telah membuat gw jadi begini adanya? Apa gw bisa mensejahterakan orang orang yang tagungannya jadi kewajiban gw? Lihat, betapa ga jelasnya pemikiran di otak gw. Gw yakin ga ada orang sejawat gw yang berpikir sebodoh gw.
Kadang pemikiran itu membuat gw pusing sendiri. Dilematis buat gw. Jika dipikirkan dapat membuat otak gw makin rusak, jika tidak ya tidak bisa juga. Beginilah susahnya jadi orang yang penuh perhitungan. Susah dijelaskan isi otak gw yang penuh hal hal sepele ga penting. Tapi ya mau bagaimana lagi, begini adanya ya jalani aja (kata kata standard bagi orang yang uda kehabisan kata kata).
Ya, gw emang uda kehabisan kata kata untuk mendeskripsikan ketidakjelasan ini (baru nulis segini aja uda kehabisan kata, jauh amat ama blogger blogger handal yang bisa nulis panjang lebar dengan santai), makanya gw uda mau berhenti nulis tulisan ini. Sampai jumpa lain waktu.
Pernahkah terbayang saat kita sedang bermain sepakbola dalam suatu partai penting dan tiba-tiba kita merasakan gangguan di organ ekskresi kita di mana kantung kemih tak lagi mampu menahan tampungan zat limbah dari ginjal? Percaya atau tidak itu terjadi baru-baru ini pada partai liga champions antara Vfb Stuttgart vs. Unirea Urziceni. Dan hal itu terjadi pada Jens Lehmann, kiper Stuttgart. Mantan kiper Borussia Dortmund dan Arsenal iyang suka mencari masalah ini merasakan hal yang tadi sudah terpaparkan di atas. Alhasil ia pun pergi ke papan sponsor di belakang gawangnya untuk melampiaskan hasratnya itu. Sungguh beruntung pada saat itu timnya tidak mendapat serangan balik dari tim lawan. Berikut ini video singkatnya, enjot! eh, enjoy!
Masi ingatkah kalian masa-masa di saat kita masih kanak-kanak? Pasti terkadang kita suka merasa konyol dan bodoh saat mengingat kelakuan, perkataan, celotehan, gerak-gerik yang mungkin sekarang kita pikir tidak seharusnya kira lakukan pada saat itu. Semakin sering matahari terbit-tenggelam, semakin kita tahu tentangĀ hal-hal masa lalu yang dalam pandangan kita seharusnya tidak kita lakukan.
Jadi apa yang terjadi? Semakin bertambah usia, semakin kita mengerti hal-hal yang dahula tidak terpikir dibenak kita. Mungkin beberapa tahun lagi gw bakal merasa konyol dan bodoh saat mengingat gw pernah menulis tulisan ga penting seperti ini di blog ya tak kalah ga pentingnya. Ya, semakin tua (tampaknya) kita semakin kritis.
Gw tertarik dengan yang namanya sepakbola. Walaupun main ga jago-jago amat tapi gw sangat menyenangi olahraga temuan nenek moyang ralyat Britania Raya ini. Gw juga suka menyaksikan pertandingan bola jadi gw cukup mengenal nama-nama pemain bola. Akhir-akhir ini saat gw melihat para pemain muda sepakbola, terasa ada yang janggal. Ya, selama ini saat gw melihat para pemain muda usia mereka lebih tua dari gw, tapi sekarang tidak lagi. Sudah mulai banyak pemain muda yang ternyata umurnya sama seperti gw bahkan lebih muda. Pada saat itu gw baru sadar: gw uda tambah tua.
Tak terasa umur gw uda 17 tahun, uda tua, sebentar lagi uda ga sekolah lagi, uda harus mikirin masa depan. Rasanya diri ini belum siap untk terjun ke dunia luar yang kejam, masi ingin bermain bersama teman teman di sekolah. Tak terasa itu akan sirna tak lama lagi. Gw membayangkan saat gw uda lulus nanti pasti gw akan merindukan banyak hal dari masa lalu gw yang tak akan terulang lagi. Sekarang aja banyak cerita masa lalu yang membuat gw rindu untuk kembali ke masa lampau.
Usia 3-6 tahun adalah saat saat yang paling gw rindukan. Entah kenapa setiap gw melihat foto-foto gw saat TK gw merasa ada perasaan yang tak biasa. Rasa rindu, haru, malu, lucu bercampur jadi satu dalam 1 album foto kenangan itu. Rasanya tak dapat digambarkan, sungguh menggugah hati gw dan menjadi salah satu pemacu semangat gw menjalani hidup. Ternyata sebuah foto dapat menyimpan sejuta kenangan yang tak terbayarkan harganya.
Selama ini gw seiring meremehkan foto foto, namun sekarang gw sadar foto itu memberikan rasa tersendiri. Mungkin saat difoto lw tak akan merasa apa apa, namun setelah sekian lama dan lw mengingatkan kembali otak lw tentang memori itu, rasanya sungguh haru dan memacu untuk lebih maju. Foto memang menyimpan banyak kenangan, karena foto pula gw sekarang rindu dengan masa kecil gw. sedih rasanya.
619, susunan angka yang cukup unik karena angka 1 seakan diapit oleh angka 6 dan 9 yang berkebalikan.Bagi para pecinta WWE atau dalam bahasa awam kita menyebutnya smackdown, pasti tidak asing lagi dengan angka 619. Ya, 619 adalah nama jurus andalan dari Rey Mysterio, salah satu pegulat WWE yang cukup terkenal berkat aksinya yang menawan dan ciri khasnya yang selalu memakai topeng. Tapi bukan itu yang gw maksud.
Akhir-akhir ini, atau tepatnya sudah beberapa bulan ini gw mengalami gejala aneh dengan angka 619. Mungkin hal ini bakal dianggap ga jelas tapi gw cukup tertarik dengan hal yang gw alami ini. Sering sekali saat gw mau melihat jam di kanan bawah layar komputer gw, angka yang muncul 6:19. Tidak selalu 6:19 sih, tapi sering sekali angka ini yang mucul saat gw melihat jam. Mungkin sudah 10 kali lebih hal ga jelas ini terjadi. Apakah memang reflek gw selalu ngeliat jam di 6:19 atau emang ada suatu hal lain? Duh, ga jelas banget ya, tapi ini fakta loh.
“Aku harus ke sawah untuk bertani.”Begitulah pemikiran seorang petani setiap hari. Ya, sebagai petani, bertani adalah hal yang wajib dilakukan untuk dapat bertahan hidup. Begitu pula pemikiran seorang petani dari desa Ambruk. Ia petani yang baik hati dan suka menolong. Ia sangat senang bersenda gurau dengan petani lainnya di sawah.
Di siang yang terik, ia bermaksud untuk istirahat sejenak dan menikmati bekal yang ia bawa dari rumah. Selayaknya petani, tak ada meja ataupun kursi untuk menikmati makanan atau untuk beristirahat. Hanya anyaman rotan yang menjadi alas dari gubuk yang dapat ia gunakan untuk beristirahat. Ia pun duduk sendirian di gubuk itu, teman-temannya yang lain masih bekerja di sawah.
Saat ia sedang menikmati bekalnya, tiba-tiba datang seorang anak kecil. Anak kecil itu menangis seperti kehilangan sesuatu. Petani yang melihatnya pun mendekatinya. Anak itu menangis dan menceritakan alasannya menaangis kepada petani itu. Ternyata anak itu menangis karena mainan mobil-mobilannya yang terbuat dari kulit jeruk bali rusak. Petani pun membantu anak itu membetulkan mobil-mobilannya. Beberapa saat kemudian, mobil-mobillan itu telah kembali baik & dapat digunakan lagi. Anak itu sangat senang, begitu pula petani. Lalu anak itu memohon pada petani agar ia dapat tinggal bersama petani. Petani hidup sebatang kara, tak ada yang menemaninya di rumah. Akhirnya petani pun membawa anak itu ke rumahnya dan tinggal bersamanya. Petani menjaga anak itu seperti anaknya sendiri.
2 minggu berselang, ketika petani pulang ke rumahnya untuk beristirahat dan bermain bersama anak itu, ia bingung karena ia tak menemukan siapa siapa di rumah. Petani hanya menemukan secari kertas dengan goresan pensil anak kecil. “Petani, mobilku rusak lagi. Aku mencari orang yang bisa membetulkan mobilku, tapi aku tidak mau petani yang membetulkannya. Aku mau mencari orang lain yang bisa membetulkan mobilku ini.” Petani pun bingung, sedih, dan kecewa. Anak yang sudah ia rawat dengan sepenuh hati ternyata tidak mengerti betapa sayangnya petani kepadanya meski baru tinggal bersama tidak terlalu lama. Petani pun tak bisa berbuat apa apa selain merelakan si anak pergi mencari tempat baru di dunia yang tak menjanjikan apa apa ini. “Jangan pergi terlalu jauh nak, agar kamu dapat kembali ke tempat yang tepat saat kamu mengerti kelak.”
Kematian. Satu kata yang terdengar menyeramkan bagi banyak orang. Akhir-akhir ini gw jadi berpikir tentang kematian. Pikiran ini tersirat di otak gw karena dalam 1 bulan terakhir ada 3 berita duka cita yang gw dengar dari murid sekolah gw dan juga berita meninggalnya Mbah Surip, W.S Rendra dan para teroris di Jatiasih & Temanggung.Apa lagi musim malaikat pencabut nyawa rajin patroli akhir-akhir ini? Padahal gw berharap datangnya musim durian.
Gw jadi berpikir gimana kalau gw yang kehilangan orang-orang yang gw sayangi. Apakah gw bisa tetap berdiri dengan muka yang kata orang-orang tanpa ekspresi? Apakah gw bisa tetap tegar tanpa meneteskan air mata? Atau gw justru bakal histeris?
Selama ini gw belum pernah ngerasain kehilangan anggota keluarga. 2 pasang kakek-nenek & 1 pasang orang tua gw masi bisa melakukan pertukaran oksigen di alveolus mereka.
Dari dulu gw juga suka berpikir, apa yang bakal terjadi kalau gw mati? Apakah gw bakal seperti orang tertidur tanpa mimpi? Sungguh menyeramkan dalam bayangan gw kalau harus seperti itu. Atau akan ada kehidupan lainnya setelah kematian? Kehidupan sesuai dengan dunia yang sekarang atau dunia lain yang jauh dari realitas alam semesta ini? Apakah hidup ini seperti dongeng? Kalau dianalogikan, kali ini kita hidup di dongeng tentang alam semesta dan setelah mati kita akan pindah ke dongeng yang tidak diketahui apa bentuknya.
Pertanyaan-pertanyaan setumpuk yang makin tidak jelas. Ya sudahlah, biarkan terjadi apa adanya. Kita tidak akan bisa mengerti Tuhan. Banyak orang sok religius yang berkata mereka mengerti Tuhan. Menurut gw, kalau Tuhan bisa dimengerti maka kita tak akan memanggilNya Tuhan.
Sekilas kalo diliat judulnya kayak tulisan yg ditulis di karton dan ditempel di toko2 sepatu di awal bulan Juli. Tapi gw ga bakal nulis tentang sepatu tapi emang beneran tentang back to school alias kembali ke sekolah. Rutinitas yg uda gw tekuni sejak tahun 1996 tapi sampe sekarang gw masi sulit untuk melaksanakannya.
Ya, kalo melihat ke belakang tak terasa gw uda 13 tahun berkecimpung di dunia pendidikan formal dan tahun ini bakal jadi tahun terakhir gw di sekolah (mudah2an). Gw masi bisa inget hari pertama gw saat masuk TK A di TK Strada Santa Anna. Pas itu gw mendapatkan pelajaran pertama yaitu mewarnai gambar balon. Gw memang orang yg sulit melupakan sesuatu, apalagi momen2 seperti itu. Masi banyak kenangan2 yg berjalan seperti roll film di otak gw, yg mungkin sudah tidak diingat lagi oleh anak2 seumuran gw sekarang ini. Semua masi teringat jelas dari gw acara natal dengan kostum super aneh sampai gw yg digangguin sama anak2 SD saat itu.
Di SD gw masi inget banget saat pertama kali melangkahkan kaki di tanah Cipinang dan masuk ke ruang kepala sekolah SDK 4 BPK Penabur KPS Jakarta (sekarang namanya tinggal SDK 4 Penabur). Gw was2 pas akan menjalani tes di ruang kepala sekolah. Dalam benak gw, gw bakal ketemu pertanyaan yg berhubungan dengan perkalian, pembagian dll. Ternyaya soal yg gw temui jauh dari yg gw pikirkan. Mungkin kekuatan pikiran gw tidak sebagus para kontestan The Master. Gw dapet soal dengan gambar balon dan gw harus menghitung berapa jumlahnya, wow! Di SD gw paling banyak menghabiskan waktu gw, selama 6 tahun. Gw masi ingat siapa2 aja teman2 pertama gw pas kelas 1 SD sampe saat2 kelas 4 SD dan 5 SD di mana gw mulai suka bermain bola. Benar2 masa2 yg indah saat itu.
SMP bisa dibilang tidak terlalu memberi kesan ke gw, ga seperti sebelum2nya. Ga tau kenapa. Tapi di SMP ini gw merasa punya kelas yg paling menyenangkan yaitu saat gw kelas 9 alias kelas 3 SMP. Kelas yg sangat menyenangkan.
Dan sekarang gw masi belajar di SMAK 7 Penabur dan akan terus berlanjut sampe tahun depan. Semoga SMA memberi gw kenangan yg indah & bisa gw kenang terus, hehehe