Archive for January, 2010

h1

The Godfather

9 January 2010

Pasti taukan film The Godfather? Ya, ini film yang disebut-sebut sebagai film terbaik sepanjang masa. Sebenernya uda lama gw denger tentang film ini, tapi baru sekarang nontonnya dan emang bagus banget. Walapun jadul tetep bagus.

Film dari Francis Ford Coppola yang diangkat dari novel karya Mario Puzzo ini bercerita tentang keluarga mafia asal Sisilia yang menetap di Amerika. Terdiri dari tiga film: The Godfather, The Godfather Part II dan The Godfather Part III. Tokoh utamanya adalah Vito Corleone yang diperankan Marlon Brando, dia pemimpin keluarga mafia Corleone, Don, Godfather. Walaupun dia tokoh utama di film pertama, namun secara keseluruhan, trilogy ini mengedepankan tokoh Michael Corelone (diperankan oleh Al Pacino), anak dari Vito yang nanti menggantikan bapaknya. Transformasi Michael dari anak baik-baik menjadi pemimpin mafia yang kejam sampai akhirnya meninggal dalam penyesalan menjadi benang merah film ini. Ceritanya bersambung terus jadi harus nonton tiga-tiganya biar kerasa bagusnya.

Marlon Brando as Vito Corleone

Al Pacino as Michael Corleone

“I’ll make him an offer he can’t refuse” – Vito Corleone

“Keep your friends close, but your enemies closer” – Michael Corleone

h1

Xinloi with Its New Face

5 January 2010

Butuh waktu 5 hari bagi gw mengumpulkan niat untuk melakukan posting pertama di tahun 2010. Hari in gw memutuskan mengganti theme blog gw yang usang ini. Menurut gw dengan theme ini blog gw terlihat lebih segar dengan segala kesederhanaannya.

Tak banyak hal yang dapat gw tulis di sini. Hari pertama sekolah sejak libur panjang dicekoki dengan wanti-wanti akan datangnya judgement day (baca: ujian nasional) yang semakin dekat. Membuat pikiran gw seperti dalam I Think Very Big kembali bergejolak walau dengan intensitas yang tak terlalu besar. Jelas hal itu membuat hari ini tidak cukup baik untuk dinikmati, ditambah insiden bunyinya HP gw akibat MP3 yang memutar lagu Jatuh Bangun by Tiket (sebelumnya dipopulerkan oleh Maggy Z) yang dipesan oleh Eduardus Pandik dengan sendirinya dari kantong gw (mungkin terpencet-pencet dalam kantong karena HP gw tidak dalam kondisi lock saat itu). Untungnya insiden memalukan itu dapat ditolerir oleh guru yang bersangkutan.

Semoga hari-hari berikutnya lebih baik dari hari ini. Sampai jumpa lain waktu.