Archive for the ‘Story’ Category

h1

Xinloi with Its New Face

5 January 2010

Butuh waktu 5 hari bagi gw mengumpulkan niat untuk melakukan posting pertama di tahun 2010. Hari in gw memutuskan mengganti theme blog gw yang usang ini. Menurut gw dengan theme ini blog gw terlihat lebih segar dengan segala kesederhanaannya.

Tak banyak hal yang dapat gw tulis di sini. Hari pertama sekolah sejak libur panjang dicekoki dengan wanti-wanti akan datangnya judgement day (baca: ujian nasional) yang semakin dekat. Membuat pikiran gw seperti dalam I Think Very Big kembali bergejolak walau dengan intensitas yang tak terlalu besar. Jelas hal itu membuat hari ini tidak cukup baik untuk dinikmati, ditambah insiden bunyinya HP gw akibat MP3 yang memutar lagu Jatuh Bangun by Tiket (sebelumnya dipopulerkan oleh Maggy Z) yang dipesan oleh Eduardus Pandik dengan sendirinya dari kantong gw (mungkin terpencet-pencet dalam kantong karena HP gw tidak dalam kondisi lock saat itu). Untungnya insiden memalukan itu dapat ditolerir oleh guru yang bersangkutan.

Semoga hari-hari berikutnya lebih baik dari hari ini. Sampai jumpa lain waktu.

Advertisements
h1

2010: It’s The Beginning

31 December 2009

Belum habis miris yang kita rasakan sebagai bangsa Indonesia saat melihat catatan catatan kelam negara kita sepanjang 2009, kemarin 30 Desember 2009, Indonesia harus kehilangan K.H. Abdulrahman Wahid a.k.a Gus Dur. Gw menganggap beliau sebagai bapak pluralisme, jasa jasanya besar sekali bagi kita semua.

Hari terakhir di tahun 2009 sebentar lagi akan berakhir. Tak terasa di kalender hanya tinggal 1 lembar kertas yang tergantung. Seperti orang kebanyakan, di tahun baru ini gw juga punya My New Year Resolutions. Sebenarnya banyak sekali yg gw inginkan (kodrat sebagai homo economicus), tapi kira kira bisa gw ringkas keinginan gw jadi seperti ini.

  1. Lulus Ujian Nasional 2010 (standard bagi pelajar smp dan sma di Indonesia)
  2. Diterima di Universitas Indonesia (walaupun tak berharap banyak darinya)
  3. Bisa jadi orang yang lebih baik dalam segala hal (penting nih)
  4. Manchester United juara Liga Inggris dan Liga Champions (gak kalah penting nih)

Berharap bisa tercapai hal hal di atas di tahun 2010, amin. Selamat tahun baru, semoga panjang umur.

h1

I Think Very Big

26 December 2009

Tak salah jika gw menulis bahwa otak adalah jaringan terumit yang pernah tercipta sepanjang sejarah. Kalimat tersebut gw rasa tidak berlebihan. Akhir akhir ini gw dipusingkan dengan otak gw yang mterlalu banyak pemikiran di dalamnya. Bukan pemikiran rumit tentang pelajaran atau yang lainnya, melainkan hanya pemikiran sederhana yang menumpuk.

Jati diri. Sebenarnya gw hidup untuk apa sih? Benar benar pemikiran yang tidak jelas. Lalu pemikiran itu pun merambat ke masa depan. Hidup gw mau jadi apa sih di masa depan? Apa bisa gw hidup sejahtera nanti dengan berbagai kondisi yang telah membuat gw jadi begini adanya? Apa gw bisa mensejahterakan orang orang yang tagungannya jadi kewajiban gw? Lihat, betapa ga jelasnya pemikiran di otak gw. Gw yakin ga ada orang sejawat gw yang berpikir sebodoh gw.

Kadang pemikiran itu membuat gw pusing sendiri. Dilematis buat gw. Jika dipikirkan dapat membuat otak gw makin rusak, jika tidak ya tidak bisa juga. Beginilah susahnya jadi orang yang penuh perhitungan. Susah dijelaskan isi otak gw yang penuh hal hal sepele ga penting. Tapi ya mau bagaimana lagi, begini adanya ya jalani aja (kata kata standard bagi orang yang uda kehabisan kata kata).

Ya, gw emang uda kehabisan kata kata untuk mendeskripsikan ketidakjelasan ini (baru nulis segini aja uda kehabisan kata, jauh amat ama blogger blogger handal yang bisa nulis panjang lebar dengan santai), makanya gw uda mau berhenti nulis tulisan ini. Sampai jumpa lain waktu.

h1

“Kok dulu gw pernah begitu ya?”

19 November 2009

Masi ingatkah kalian masa-masa di saat kita masih kanak-kanak? Pasti terkadang kita suka merasa konyol dan bodoh saat mengingat kelakuan, perkataan, celotehan, gerak-gerik yang mungkin sekarang kita pikir tidak seharusnya kira lakukan pada saat itu. Semakin sering matahari terbit-tenggelam, semakin kita tahu tentangĀ  hal-hal masa lalu yang dalam pandangan kita seharusnya tidak kita lakukan.

Jadi apa yang terjadi? Semakin bertambah usia, semakin kita mengerti hal-hal yang dahula tidak terpikir dibenak kita. Mungkin beberapa tahun lagi gw bakal merasa konyol dan bodoh saat mengingat gw pernah menulis tulisan ga penting seperti ini di blog ya tak kalah ga pentingnya. Ya, semakin tua (tampaknya) kita semakin kritis.

h1

Hal Kecil yang Dianaktirikan

9 November 2009

Gw tertarik dengan yang namanya sepakbola. Walaupun main ga jago-jago amat tapi gw sangat menyenangi olahraga temuan nenek moyang ralyat Britania Raya ini. Gw juga suka menyaksikan pertandingan bola jadi gw cukup mengenal nama-nama pemain bola. Akhir-akhir ini saat gw melihat para pemain muda sepakbola, terasa ada yang janggal. Ya, selama ini saat gw melihat para pemain muda usia mereka lebih tua dari gw, tapi sekarang tidak lagi. Sudah mulai banyak pemain muda yang ternyata umurnya sama seperti gw bahkan lebih muda. Pada saat itu gw baru sadar: gw uda tambah tua.

Tak terasa umur gw uda 17 tahun, uda tua, sebentar lagi uda ga sekolah lagi, uda harus mikirin masa depan. Rasanya diri ini belum siap untk terjun ke dunia luar yang kejam, masi ingin bermain bersama teman teman di sekolah. Tak terasa itu akan sirna tak lama lagi. Gw membayangkan saat gw uda lulus nanti pasti gw akan merindukan banyak hal dari masa lalu gw yang tak akan terulang lagi. Sekarang aja banyak cerita masa lalu yang membuat gw rindu untuk kembali ke masa lampau.

Usia 3-6 tahun adalah saat saat yang paling gw rindukan. Entah kenapa setiap gw melihat foto-foto gw saat TK gw merasa ada perasaan yang tak biasa. Rasa rindu, haru, malu, lucu bercampur jadi satu dalam 1 album foto kenangan itu. Rasanya tak dapat digambarkan, sungguh menggugah hati gw dan menjadi salah satu pemacu semangat gw menjalani hidup. Ternyata sebuah foto dapat menyimpan sejuta kenangan yang tak terbayarkan harganya.

Selama ini gw seiring meremehkan foto foto, namun sekarang gw sadar foto itu memberikan rasa tersendiri. Mungkin saat difoto lw tak akan merasa apa apa, namun setelah sekian lama dan lw mengingatkan kembali otak lw tentang memori itu, rasanya sungguh haru dan memacu untuk lebih maju. Foto memang menyimpan banyak kenangan, karena foto pula gw sekarang rindu dengan masa kecil gw. sedih rasanya.

h1

6:19

5 October 2009

619, susunan angka yang cukup unik karena angka 1 seakan diapit oleh angka 6 dan 9 yang berkebalikan.Bagi para pecinta WWE atau dalam bahasa awam kita menyebutnya smackdown, pasti tidak asing lagi dengan angka 619. Ya, 619 adalah nama jurus andalan dari Rey Mysterio, salah satu pegulat WWE yang cukup terkenal berkat aksinya yang menawan dan ciri khasnya yang selalu memakai topeng. Tapi bukan itu yang gw maksud.

Akhir-akhir ini, atau tepatnya sudah beberapa bulan ini gw mengalami gejala aneh dengan angka 619. Mungkin hal ini bakal dianggap ga jelas tapi gw cukup tertarik dengan hal yang gw alami ini. Sering sekali saat gw mau melihat jam di kanan bawah layar komputer gw, angka yang muncul 6:19. Tidak selalu 6:19 sih, tapi sering sekali angka ini yang mucul saat gw melihat jam. Mungkin sudah 10 kali lebih hal ga jelas ini terjadi. Apakah memang reflek gw selalu ngeliat jam di 6:19 atau emang ada suatu hal lain? Duh, ga jelas banget ya, tapi ini fakta loh.

h1

Petani dan Anak Kecil

12 September 2009

“Aku harus ke sawah untuk bertani.”Begitulah pemikiran seorang petani setiap hari. Ya, sebagai petani, bertani adalah hal yang wajib dilakukan untuk dapat bertahan hidup. Begitu pula pemikiran seorang petani dari desa Ambruk. Ia petani yang baik hati dan suka menolong. Ia sangat senang bersenda gurau dengan petani lainnya di sawah.

Di siang yang terik, ia bermaksud untuk istirahat sejenak dan menikmati bekal yang ia bawa dari rumah. Selayaknya petani, tak ada meja ataupun kursi untuk menikmati makanan atau untuk beristirahat. Hanya anyaman rotan yang menjadi alas dari gubuk yang dapat ia gunakan untuk beristirahat. Ia pun duduk sendirian di gubuk itu, teman-temannya yang lain masih bekerja di sawah.

Saat ia sedang menikmati bekalnya, tiba-tiba datang seorang anak kecil. Anak kecil itu menangis seperti kehilangan sesuatu. Petani yang melihatnya pun mendekatinya. Anak itu menangis dan menceritakan alasannya menaangis kepada petani itu. Ternyata anak itu menangis karena mainan mobil-mobilannya yang terbuat dari kulit jeruk bali rusak. Petani pun membantu anak itu membetulkan mobil-mobilannya. Beberapa saat kemudian, mobil-mobillan itu telah kembali baik & dapat digunakan lagi. Anak itu sangat senang, begitu pula petani. Lalu anak itu memohon pada petani agar ia dapat tinggal bersama petani. Petani hidup sebatang kara, tak ada yang menemaninya di rumah. Akhirnya petani pun membawa anak itu ke rumahnya dan tinggal bersamanya. Petani menjaga anak itu seperti anaknya sendiri.

2 minggu berselang, ketika petani pulang ke rumahnya untuk beristirahat dan bermain bersama anak itu, ia bingung karena ia tak menemukan siapa siapa di rumah. Petani hanya menemukan secari kertas dengan goresan pensil anak kecil. “Petani, mobilku rusak lagi. Aku mencari orang yang bisa membetulkan mobilku, tapi aku tidak mau petani yang membetulkannya. Aku mau mencari orang lain yang bisa membetulkan mobilku ini.” Petani pun bingung, sedih, dan kecewa. Anak yang sudah ia rawat dengan sepenuh hati ternyata tidak mengerti betapa sayangnya petani kepadanya meski baru tinggal bersama tidak terlalu lama. Petani pun tak bisa berbuat apa apa selain merelakan si anak pergi mencari tempat baru di dunia yang tak menjanjikan apa apa ini. “Jangan pergi terlalu jauh nak, agar kamu dapat kembali ke tempat yang tepat saat kamu mengerti kelak.”